Pemkab Banjar tangani darurat pencemaran sungai akibat ribuan bangkai ikan

Daerah 10 Jul 2026 15:12 2 min read 20 views By jbn

Share berita ini

Pemkab Banjar tangani darurat pencemaran sungai akibat ribuan bangkai ikan
Tim gabungan menggunakan perahu karet untuk mengangkut bangkai ikan, sekaligus menyalurkan air bersih ke tandon warga karena air sungai sudah tidak layak untuk mandi maupun mencuci.

Jbn-MARTAPURA, Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar bergerak cepat mengatasi krisis pencemaran sungai di kawasan Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, yang dipenuhi ribuan bahkan diduga jutaan bangkai ikan.

 

Kondisi ini memicu bau menyengat dan membuat air sungai tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga.

 

Langkah darurat segera diambil dengan mengerahkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mulai dari pembersihan aliran sungai hingga penyaluran air bersih.

 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah yang meninjau lokasi menyatakan keprihatinan mendalam, lantaran peristiwa serupa hampir terjadi setiap musim kemarau.

 

"Pemerintah tidak akan tinggal diam. Kami akan lakukan evaluasi menyeluruh dan susun rencana aksi nyata agar masalah ini tidak terus berulang," jelasnya.

 

Penanganan dilakukan secara terpadu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, DPKP, BPBD, dan instansi lain.

 

Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan PTAM untuk memperluas distribusi air bersih bagi warga yang terdampak kelangkaan.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Yudhi Andrea mengimbau pembudidaya ikan agar tidak membuang bangkai ikan ke sungai, melainkan mengumpulkannya dan berkoordinasi dengan aparat desa untuk penanganan yang tepat.

 

Kepala DPKP Agus Siswanto menambahkan, arus bangkai ikan sudah menjangkau hingga Desa Tambak Baru.

 

Tim gabungan menggunakan perahu karet untuk mengangkut bangkai ikan, sekaligus menyalurkan air bersih ke tandon warga karena air sungai sudah tidak layak untuk mandi maupun mencuci.

 

Hingga saat ini, tim masih terus melakukan pembersihan dan memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi, serta menyiapkan solusi jangka panjang mencegah kejadian serupa di masa mendatang.**

journal banua news