Nasib Monumen ALRI Bantuil, simbol perjuangan pahlawan Kalsel kini terancam rusak
Jbn-BATOLA, Sebuah situs bersejarah peninggalan perjuangan kemerdekaan di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, kini terancam kehancuran karena kurangnya perawatan.
MONUMEN ALRI Bantuil yang terletak di Desa Bantuil, Kecamatan Cerbon, dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan, dengan sejumlah bagian bangunan mulai retak dan fasilitas di sekitarnya rusak parah.

Kondisi ini terlihat jelas saat peninjauan di lokasi pada Senin (8/6/2026).
Dibangun sejak tahun 2003, tugu peringatan ini didirikan untuk mengenang jasa para pejuang Divisi IV Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Pertahanan Kalimantan dalam mempertahankan kedaulatan negara pasca Proklamasi 1945.
Namun seiring berjalannya waktu, kondisi fisik bangunan tidak lagi terawat dengan baik.
Kerenahan atas kondisi ini diungkapkan oleh Ifan, salah seorang warga setempat.
Ifan menilai, membiarkan monumen ini rusak sama saja dengan mengabaikan nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
"Kami sangat sayang melihat kondisi monumen ini semakin rusak. Tempat ini bukan sekedar bangunan, melainkan saksi bisu mengorbankan para pahlawan. Nilai sejarahnya sangat berharga, terutama untuk menanamkan semangat patriotisme pada generasi muda," kata Ifan.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan utama monumen. Fasilitas umum yang menjadi akses masuk kawasan tersebut, yaitu dermaga atau pelabuhan kecil di tepi sungai, juga mengalami kerusakan serius dan mengancam pengunjung jika tidak segera diperbaiki, selanjutnya.
“Tidak hanya tugu utamanya, dermaga di sini juga rusak cukup parah. Ini harus segera ditangani agar tetap aman digunakan,” tegasnya.
Di kompleks monumen ini, pengunjung dapat melihat beragam peninggalan dan simbol perjuangan, mulai dari lambang Burung Garuda, replika topi baja tempur, hingga prasasti yang memuat nama 11 pejuang kunci Divisi IV ALRI.
Di antaranya tercatat nama HM Yunus (Kepala Markas), Atak Imberamsyah (Kepala Sektor Tempur), dan HM Ruslan (Kepala Staf).
Dinding monumen juga dihiasi relief yang menceritakan peristiwa heroik rakyat Kalsel melawan penjajah Belanda.
Tak jauh dari monumen utama, terdapat bangunan khas Rumah Banjar yang kini beralih fungsi menjadi museum mini.

Di dalamnya tersimpan koleksi bersejarah seperti senjata tradisional, keris, hingga seragam tempur para pejuang tempo dulu.
Mengingat pentingnya keberadaan situs ini, warga berharap Dinas Kebudayaan serta Pemerintah Kabupaten Barito Kuala segera mengalokasikan dana untuk pemulihan.
Revitalisasi kawasan ini dianggap langkah wajib agar warisan leluhur ini tetap kokoh berdiri, terjaga keasliannya, dan terus berfungsi sebagai pusat edukasi sejarah bagi masyarakat luas.*** ahim jbn
Related Articles