Luas lahan terbakar capai 777 hektare: Kabupaten Banjar paling parah di Kalsel

Daerah 13 Aug 2026 00:40 2 min read 9 views By Jbn

Share berita ini

Luas lahan terbakar capai 777 hektare: Kabupaten Banjar paling parah di Kalsel
Tak sekadar ancaman api dan asap, kekeringan juga memicu krisis air bersih.

Jbn-BANJAR, Kabupaten Banjar saat ini menjadi wilayah dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terparah se-Kalimantan Selatan.

 

Data terbaru mencatat lahan hangus meluas hingga 777 hektare, dengan 165 kejadian api dan 348 titik panas terpantau sepanjang musim kemarau ini.

 

Kekeringan ekstrem membuat api cepat merambat di lahan kering, semak belukar, dan kawasan gambut.

 

Titik api tersebar di sejumlah desa seperti Pejambuan (7 hektare), Keramat, Cindai Alus, hingga Cintapuri yang berhasil dipadamkan seluas 0,6 hektare.

 

Kendala akses sulit dan minim sumber air memperlambat penanganan, sehingga pemerintah mengajukan dukungan helikopter pengeboman air untuk area yang tak terjangkau darat.

 

Akibat asap pekat, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak tajam mencapai 6.329 hingga 7.000 kasus.

 

Kelompok balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis menjadi yang paling rentan terdampak.

 

Warga diimbau gunakan masker KN95/N95, kurangi aktivitas luar ruangan, dan segera berobat jika mengalami gangguan napas.

 

Tak sekadar ancaman api dan asap, kekeringan juga memicu krisis air bersih. BPBD, Kementerian PUPR, serta BAZNAS Kalsel bergotong royong menyalurkan ribuan liter air ke desa-desa terdampak seperti Pindahan Baru, Gunung Batu, Jati Baru, dan Makmur.

 

Pemerintah Kabupaten Banjar tetap menetapkan status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan. Perkembangan data terkini dapat dipantau lewat portal resmi pemerintah daerah maupun BPBD Kalsel.**

journal banua news