Jejak 307 Kapal Cheng Ho: Ketika Dinasti Ming merajut persahabatan dengan Majapahit

Daerah 09 Aug 2026 12:19 2 min read 10 views By Jbn

Share berita ini

Jejak 307 Kapal Cheng Ho: Ketika Dinasti Ming merajut persahabatan dengan Majapahit
Meski mencatat sejarah perseteruan masa lalu, Dinasti Ming lebih mengutamakan kepentingan perdagangan dan persahabatan. Hubungan pun semakin erat, tercatat lebih dari 30 kali utusan Jawa dikirim ke Tiongkok

Jbn-SEJARAH, Jejak sejarah hubungan Jawa dan Tiongkok tercatat sangat panjang, berawal dari tahun 131 M saat utusan Kerajaan Jawa pertama kali mengunjungi negeri Tirai Bambu, hingga masa kedatangan armada besar laksamana Cheng Ho pada abad ke-15 di masa Kerajaan Majapahit.

 

Kedatangan Cheng Ho yang beragama Islam bernama asli Ma He ini membawa armada Dinasti Ming yang sangat megah: terdiri dari 307 kapal berukuran beragam (yang terbesar mencapai panjang 120 meter dan lebar 50 meter) serta membawa 27.000 awak kapal.

 

Armada ini membawa perbekalan hewan ternak, bambu cadangan kapal, hingga kain sutra untuk diperdagangkan.

 

Tujuan utamanya adalah menjalin persahabatan dan hubungan baik dengan Majapahit. Hubungan kedua bangsa tidak selalu berjalan mulus.

 

Pada masa Raja Kertanagara dari Kerajaan Singosari, sempat terjadi perseteruan saat penguasa Dinasti Mongol Yuan, Khubilai Khan, menuntut pengakuan kekuasaan.

 

Kertanagara menolak tegas bahkan melukai utusan Mongol yang datang tahun 1289, yang kemudian memicu serangan pasukan Yuan ke Jawa.

 

Langkah Kertanagara juga didukung kebijakan Ekspedisi Pamalayu tahun 1275 guna memperkuat wilayah Nusantara dan menghadang pengaruh Mongol yang saat itu sedang berekspansi luas hingga Eropa.

 

Menurut peneliti Pusat Studi Cina Universitas Indonesia, Nurni Wahyu Wuryandari, catatan dalam Sejarah Dinasti Ming menunjukkan perubahan sikap penguasa Tiongkok.

 

Meski mencatat sejarah perseteruan masa lalu, Dinasti Ming lebih mengutamakan kepentingan perdagangan dan persahabatan.

 

Hubungan pun semakin erat, tercatat lebih dari 30 kali utusan Jawa dikirim ke Tiongkok pada masa itu, dan kisah Majapahit menjadi bagian terbesar dalam catatan resmi kerajaan Dinasti Ming.

 

Kertanagara sendiri merupakan raja yang berambisi menyatukan Nusantara, sebelum akhirnya wafat akibat pemberontakan Jayakatwang.

 

Takhta kemudian diteruskan menantunya, Raden Wijaya, yang mendirikan Kerajaan Majapahit, penerus yang disambut hangat oleh Dinasti Ming lewat kedatangan Cheng Ho.***

journal banua news