Hotel Indonesia: Hotel Bintang Lima pertama RI dan fakta uniknya yang jarang diketahui

Seni 05 Aug 2026 15:24 2 min read 13 views By Jbn

Share berita ini

Hotel Indonesia: Hotel Bintang Lima pertama RI dan fakta uniknya yang jarang diketahui
Selain tempat menginap, hotel ini berfungsi sebagai galeri seni raksasa yang dihiasi karya maestro Indonesia.

Jbn-JAKARTA, Tepat pada 5 Agustus 1962, Presiden Soekarno secara resmi meresmikan Hotel Indonesia di Jakarta.

 

Pembangunan yang dimulai awal tahun 1960-an ini digagas sebagai proyek mercusuar untuk menyambut Asian Games IV sekaligus memperkenalkan kemegahan Indonesia kepada dunia.

 

Menggunakan dana ganti rugi perang Jepang, hotel ini dirancang arsitek Amerika Serikat Abel Sorensen bersama istrinya Wendy.

 

Menjadi hotel bintang lima pertama di tanah air, bangunan berbentuk huruf T ini terbagi dua sayap utama: Sayap Ramayana setinggi 15–16 lantai dan Sayap Ganesha setinggi 8 lantai.

 

Sayap Ramayana kini menawarkan kamar tipe Deluxe hingga ruang pertemuan eksklusif di lantai tertinggi, sedangkan Sayap Ganesha dikhususkan untuk tamu bisnis premium termasuk menyimpan Presidential Suite berfasilitas pengamanan ketat.

 

Peresmiannya menyimpan sejumlah fakta unik. Hotel ini menghadirkan lift pertama di Indonesia yang sempat membuat masyarakat penasaran, bahkan Soekarno berpose ikonik di depan fasilitas tersebut.

 

Tamu pertamanya datang dengan menaiki becak dari Bandara Kemayoran, sementara peralatan potong pita dan perlengkapan makan pertama masih tersimpan rapi hingga kini.

 

Selain tempat menginap, hotel ini berfungsi sebagai galeri seni raksasa yang dihiasi karya maestro Indonesia.

 

Kini dikelola Kempinski Hotels, aset bangunan tetap milik negara melalui PT Hotel Indonesia Natour (Persero).

 

Sejak renovasi besar tahun 2004, jumlah kamarnya disesuaikan dari 406 unit menjadi 289 kamar demi menghadirkan kenyamanan berstandar internasional.**

journal banua news