Gempa M 7,7 guncang NTT, pusat gempa berasal dari sesar busur belakang Flores

Nasional 15 Aug 2026 10:02 2 min read 12 views By Jbn

Share berita ini

Gempa M 7,7 guncang NTT, pusat gempa berasal dari sesar busur belakang Flores
Guncangan bersumber dari aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores yang melepaskan energi besar.

Jbn-KUPANG, Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) dini hari.

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa ini terjadi pukul 04.58 WIB, dengan pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman sangat dangkal 10–15 kilometer.

 

Guncangan bersumber dari aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores yang melepaskan energi besar.

 

Getaran dirasakan hingga skala VII MMI di Mbay, Aesesa, dan Riung, serta terasa luas sampai Maumere, Makassar, dan sejumlah wilayah Sulawesi lainnya.

 

Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara warga sempat panik dan berdatangan ke tempat yang lebih tinggi.

 

Saat kejadian, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami untuk empat provinsi sekaligus: NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

 

Gelombang setinggi sekitar 0,3 meter sempat terdeteksi di pesisir Sikka, Labuan Bajo, hingga Dompu.

 

Namun setelah pemantauan intensif, peringatan dini resmi dicabut pada pukul 07.30 WIB.

 

Kepala BMKG Manggarai Barat, Maria Patrica Seran menjelaskan, sempat terjadi pemutakhiran data: awalnya gempa tercatat M 7,0 pada pukul 05.58 WITA, namun diperbarui menjadi M 7,7.

 

Pihaknya juga telah menyampaikan rekomendasi evakuasi ke pemerintah daerah, dengan titik siaga meliputi pesisir utara Manggarai, Ngada, Manggarai Barat, Sikka, Ende, hingga wilayah Sulawesi dan Selayar.

 

Hingga pukul 07.00 WIB, sudah tercatat 54 kali gempa susulan, dengan yang terbesar berkekuatan M 6,7.

 

BMKG mengimbau masyarakat tetap menjauhi bangunan yang rusak atau retak, tidak menyebarkan informasi tidak bertanggung jawab soal prediksi gempa, serta tetap waspada meski ancaman tsunami telah berakhir.**

journal banua news