Gema Bastari dan gerakan makan buah sayur dilaunching di Tapin, tanam budaya sehat sejak sekolah
Jbn-TAPIN, Pemerintah Kabupaten Tapin terus memperkuat upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menanamkan budaya hidup sehat sejak usia sekolah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Gema Bastari (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) yang dirangkaikan dengan Gerakan Masyarakat Makan Buah dan Sayur Tingkat Kabupaten Tapin Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 1 Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Tapin, H. Zainal Abidin, yang mewakili Bupati Tapin.
Dalam sambutan yang dibacakannya, Zainal Abidin mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin yang terus menghadirkan edukasi kesehatan bagi generasi muda.
Langkah ini dinilai sebagai investasi penting menuju masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas.
"Gema Bastari merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelajar, mengenai penggunaan obat yang benar, aman, dan rasional sehingga dapat mencegah kesalahan penggunaan obat," jelasnya.
Melalui Gema Bastari pihaknya menginginkan masyarakat, terutama para pelajar, menjadi konsumen yang cerdas dalam menggunakan obat, sambungnya.
Penggunaan obat harus dilakukan, secara tepat dan sesuai aturan agar manfaatnya optimal serta terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.
Selain edukasi penggunaan obat yang bijak, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kampanye Gerakan Masyarakat Makan Buah dan Sayur sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan.
Para pelajar diajak untuk membiasakan pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur guna mendukung pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit tidak menular.
Pemerintah Kabupaten Tapin berharap sinergi program edukasi kesehatan yang dilaksanakan Dinas Kesehatan mampu membentuk generasi yang sadar pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Lebih dari itu, para pelajar diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan positif tersebut di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini pun disambut dengan antusiasme tinggi dari para siswa.
Berbagai materi disampaikan secara komunikatif, sehingga peserta tidak hanya memahami pentingnya penggunaan obat secara bijak, tetapi juga terdorong untuk menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.**
Related Articles