Fenomena air keruh Sungai Tabalong: mitos dan fakta di musim kering

Daerah 13 Aug 2026 11:01 1 min read 9 views By Jbn

Share berita ini

Fenomena air keruh Sungai Tabalong: mitos dan fakta di musim kering
Pemulihan kondisi air secara instan diakui sangat sulit dilakukan. Masyarakat pun diimbau tetap berhati-hati memanfaatkan air sungai dan turut menjaga kebersihan lingkungan

Jbn- TANJUNG, Kondisi air Sungai Tabalong yang berwarna keruh kuning kecokelatan belakangan ini menuai pertanyaan masyarakat, lantaran bertentangan dengan anggapan umum bahwa air sungai akan tampak jernih saat curah hujan minim di musim kemarau.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabalong, Erfin Nirza Siregar, meluruskan pandangan tersebut.

 

Menurutnya, anggapan air sungai pasti jernih saat kemarau bersifat sepihak dan tidak bisa digeneralisasi.

 

Perubahan karakteristik air ini tak lepas dari bertambahnya jumlah penduduk serta beragam aktivitas manusia di sepanjang aliran sungai yang mengubah beban ekologis sungai dibandingkan puluhan tahun silam.

 

Secara ilmiah, kondisi keruh disebabkan tingginya kandungan sedimen akibat kerusakan daerah resapan dan berkurangnya tutupan vegetasi di hulu, sehingga partikel tanah sulit mengendap meski debit air menurun.

 

DLH menegaskan terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh aktivitas berizin di hulu seperti perkebunan, pertambangan, dan pengelolaan hutan.

 

Pemantauan berkala setiap tiga bulan serta uji sampel air rutin dilakukan bersama DLH Provinsi Kalsel.

 

Hingga kini, seluruh laporan masih berada di bawah batas baku mutu yang ditetapkan. Pemulihan kondisi air secara instan diakui sangat sulit dilakukan.

 

Masyarakat pun diimbau tetap berhati-hati memanfaatkan air sungai dan turut menjaga kebersihan lingkungan sekitar aliran air.**

journal banua news