Duka di Kertak Hanyar: Rumah subsidi ambles ke rawa, satu warga dikhabarkan meninggal?

Daerah 29 Jul 2026 19:04 2 min read 13 views By Jbn

Share berita ini

Duka di Kertak Hanyar: Rumah subsidi ambles ke rawa, satu warga dikhabarkan meninggal?
Peristiwa ini kini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar maupun keluarga korban.

jbn-KERTAK HANYAR, Suasana tenang di Komplek Fadilah Perdana V, Jalan Tembingkar Kanan, Desa Belayung Baru, Kecamatan Kertak Hanyar, Sabtu 25 Juli 2026, mendadak berubah mencekam.

 

Sejumlah unit rumah subsidi ambles dan ambruk terperosok ke area rawa, dan di khabarkan menelan korban jiwa dan luka-luka.

 

Kejadian berlangsung perlahan saat struktur tanah di bawah bangunan diduga menurun drastis.

 

Diduga fondasi tak lagi kuat menopang beban, membuat dinding beton dan tiang pondasi patah.

 

Retakan besar muncul di sekujur bangunan sebelum akhirnya rumah terperosok ke area perairan di bawahnya.

 

Peristiwa ini kini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar maupun keluarga korban, dengan dugaan satu orang meninggal dunia.

 

Menurut cerita warga, kawasan kompleks dulunya adalah persawahan produktif.

 

Namun aliran Sungai Tembingkar yang tertutup semak belukar membuat pengairan terhenti dan lahan berubah menjadi tidak produktif.

 

Saat kejadian, warga sigap berteriak memberi tahu adanya korban, lalu bergotong royong membantu evakuasi serta menyelamatkan barang yang masih bisa dipakai.

 

Relawan Emergency MDN menurunkan lima korban ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk penanganan medis.

 

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Sektor Gambut serta aparat Polsek Kertak Hanyar segera turun ke lokasi.

 

Pihak berwenang masih melakukan pendataan jumlah pasti rumah yang terdampak maupun identitas korban, dan mengimbau masyarakat menjauhi lokasi dikhawatirkan masih ada pergerakan tanah.

 

Diduga kejadian dipicu karakteristik tanah rawa yang dinamis, mulai dari perubahan debit air, pasang surut, tiang pancang yang lapuk, hingga beban bangunan melebihi daya dukung tanah.

 

Hingga sore hari, proses evakuasi dan pendataan masih terus berjalan.**

journal banua news