Cabai capat hingga Padi Unggul Banjar siap didaftarkan sebagai varietas asli daerah

Teknologi 19 Jul 2026 06:14 2 min read 18 views By Jbn

Share berita ini

Cabai capat hingga Padi Unggul  Banjar siap didaftarkan sebagai varietas asli daerah
Varietas Padi Lokal dari Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, menghasilkan rendemen beras giling hingga 68,52%, dengan kadar amilosa 29,18% dan protein 6,09%.

Jbn-BANJAR, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar bergerak cepat melindungi kekayaan hayati daerah.

 

Bersama UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, tim sedang melakukan kajian mendalam untuk menggali Sumber Daya Genetik (SDG) lokal unggulan, yaitu varietas padi dan cabai rawit.

 

Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pertanian, Selasa (30 Juni 2026). Kabupaten Banjar yang luasnya mencapai 466.850 hektare memiliki keragaman lingkungan pertanian yang luar biasa.

 

Namun sayangnya, kekayaan varietas lokal ini belum sepenuhnya tercatat dan teridentifikasi dengan baik.

 

Untuk memastikan keakuratan data, pihaknya menggandeng lembaga penilai resmi dari Kementerian Pertanian guna melakukan uji laboratorium.

 

Hasilnya sangat menggembirakan:

 

-Cabai Rawit Capat dari Desa A3, Kecamatan Simpang Empat, memiliki kadar kepedasan (kapsaisin) setinggi 43,33 mg/100 gram.

 

-Varietas Padi Lokal dari Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, menghasilkan rendemen beras giling hingga 68,52%, dengan kadar amilosa 29,18% dan protein 6,09%.

 

Ketua Tim Pelaksana, Aidi Noor, menjelaskan tim kini sedang menyusun gambaran ciri fisik tanaman untuk mengajukan Sertifikat Tanda Daftar Varietas Lokal ke PPVTPP Kementerian Pertanian.

 

Langkah ini memberikan perlindungan hukum agar varietas asli Banjar tidak diklaim pihak lain.

 

Nantinya, siapa saja yang ingin mengembangkan turunan varietas ini harus membuat perjanjian resmi dan membayar royalti kepada petani pemula.

 

"Ini bukan sekadar melindungi kekayaan alam, melainkan juga kunci meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung kemandirian pangan daerah," jelasnya.**

journal banua news